Polisi Sita Paito Togel dan Tafsir Mimpi Saat Ditangkap

6 Bulan Jualan Togel, Terdakwa Dihukum 5 Bulan Penjara

Berita Utama Pengadilan Pidana Umum
Pengadilan Negeri Samarinda. (foto : Lukman)

HUKUMKriminal.Net, SAMARINDA : Niat baik Slamet untuk mendapatkan penghasilan tidak berjalan mulus, malah harus berakhir di penjara. Pasalnya, pekerjaan yang dipilih bertentangan dengan hukum sehingga harus berurusan aparat Kepolisian.

Slamet Bin Asmad (54), warga Jalan Untung Suropati, RT 31, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. Laki-laki yang hanya sempat mengenyam pendidikan hingga Sekolah Dasar ini, di usianya yang sudah lebih setengah abad tersebut memilih pekerjaan sebagai penjual Togel Singapura dalam 6 bulan terakhir, sebelum ditangkap di ruang tamu rumahnya, Senin (11/3/2019) sekitar Pukul 16:00 Wita.

Pada saat ditangkap oleh 2 orang anggota Kepolisian, Polisi menyita barang bukti berupa 1 buah buku tafsir mimpi, 1 lembar Paito Togel, 1 buah buku rekapan Togel, Uang tunai Rp87 Ribu, dan 1 buah HP merk Asus warna biru hitam.

Di Pengadilan Negeri Samarinda, Slamet didakwa melanggar Pasal 303 Ayat (1) Ke-1 KUHP atau Pasal 303 Ayat (1) Ke-2 KUHP oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudhi Satrio Nugroho SH dari Kejaksaan Negeri Samarinda.

Dari fakta-fakta yang terungkap di persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Lucius Sunarno SH MH dengan Hakim Anggota Rustam SH MH dan Budi Santoso SH, terdakwa yang dituntut JPU Pasal 303 Ayat (1) Ke-2 KUHP dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana sebagaimana tuntutan JPU.

Terdakwa Slamet yang tidak didampingi Penasehat Hukum dalam menjalani sidang kasus ini, kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 5 bulan penjara setelah sebelumnya dituntut 7 bulan.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima.

“Terima,” kata terdakwa singkat menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, yang menanyakan terhadap putusan tersebut apakah terdakwa terima atau pikir-pikir.

Putusan inipun juga diterima JPU. Sidangpun ditutup dengan ketukan palu Ketua Majelis Hakim. (HK.net)

Penulis : Lukman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *